Teknopedia.Asia – Plug and Play (PNP) Indonesia mengumumkan 11 startup pilihannya pada hari ini
di kantornya di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan. Startup accelerator terbesar dunia yang berbasis di
Silicon Valley ini diketahui mengadakan recruitment pertamanya di Indonesia sejak awal Februari lalu. Di
Indonesia, PNP digandeng  oleh  Gan  Kapital,  perusahaan  investasi  lokal  di  Indonesia. PNP Indonesia
membocorkan bahwa jumlah aplikasi yang diterima mencapai lebih dari 400 startup. Aplikasi ini berasal
dari  berbagai  tempat  mulai  dari  Jabodetabek,  Bandung,  Yogyakarta,  Bali,  Singapura,  Malaysia, Hong
Kong, India, Brazil, bahkan Jerman. PNP Indonesia diketahui tidak hanya membuka program akselerasi
untuk startup Indonesia,  namun startup luar  negeri  yang  ingin  menjangkau  pasar Indonesia. Setelah
proses penyaringan yang berjalan selama dua bulan, PNP Indonesia dengan bangga memperkenalkan
startup  yang  menjadi  bagian dari program  akselerator batch  pertama yaitu  Dana  Didik,  KYCK,
Otospector,  Bustiket,  Karta  Indonesia  Global,  Sayurbox,  Brankas,  Astrnt,  Bandboo,  Wonderlabs,  dan
Toucan.

Baca Juga : Demi Raih Pendaan, BEKRAF Gelar Pertemukan 8 StartUp Founder ke Investor

“Tidak  mudah  menyaring startup-startup ini.  Terlebih  semua  startup yang mendaftarkan diri memiliki
kualitas yang bagus. 11 startup terpilih merupakan startup terbaik yang telah melalui proses seleksi yang
ketat  selama  dua  bulan  ini,”  tutur  Nayoko Wicaksono selaku  Accelerator  Director PNP Indonesia. Dari
400 aplikasi yang masuk, PNP memilih 50 startup untuk melakukan pitching pada Maret lalu. Di dalam
pitching  session ini, startup menjelaskan  tentang profil  timnya, business  model,  traction, dan financial
plan. Jika  lolos, startup tersebut diundang kembali untuk melakukan final pitching di  hadapan PNP
Indonesia, PNP Asia Pacific, PNP Silicon Valley, dan perwakilan dari corporate partners PNP Indonesia
seperti BNI dan Astra Internasional. “Corporate Partners kami juga memiliki hak suara yang besar dalam
menentukan startup yang masuk ke dalam program akselerasi kami mengingat salah satu benefit yang
didapatkan  oleh startup  adalah  kesempatan  untuk  bekerja  sama  dengan corporate,”  tutur  Wesley
Harjono, Presiden Direktur dari Plug and Play Indonesia yang juga hadir sebagai salah satu juri.

Baca Juga : Jenis-jenis Pendanaan dalam Industri StartUp

Selain kerja sama dengan korporasi dan seed funding yang diberikan untuk setiap startup, masih banyak
benefit lainnya  yang  didapatkan  oleh  startup yang  masuk  ke  dalam  program  bergengsi  ini.  Selama
program akselerasi yang berlangsung selama 3 bulan, startup juga akan dibina secara khusus melalui 1-on-1 Mentorship program. Selain itu, juga tersedia workshop dengan berbagai topik untuk membantu tim
startup mengasah skill dalam berbagai bidang. Tidak main-main, saat ini PNP telah memiliki lebih dari 60
Mentor  yang  memiliki  background yang  kuat  dibidangnya.  Beberapa  diantaranya  seperti  Kevin
Darmawan  dari  Coffee  Venture,  Sebastian  Sieber  dari  Lazada,  Sukan  Makmuri  dari  KUDO,  Anton
Soeharyo dari Touchten, Natali Ardianto dari Tiket.com, Nikita Semenov dari Zen Room, Norman Sasono
dari  Bizzy, Mark.  F  Winkel dari Prisma  Public  Relations, Rama  Mamuaya  dari  Daily  Social,  Wempy
Dyocta  Koto  dari  Wardour  and Oxford,  dan  masih  banyak  lagi  Mentor ternama  lainnya.  Tidak  cukup
sampai di situ, startup-startup ini juga diberikan coworking space secara gratis di daerah elite Kuningan –
Jakarta  Selatan,  selama  program  berlangsung.  “Semua  yang  diperlukan startup sudah  kami  sediakan.
Dengan begitu, startup dapat fokus untuk pengembangan produk mereka,” tutur Nayoko.

About the author

Bagus Soesilo

Bagus Soesilo

Jadilah yang pertama, kalau tidak bisa, jadilah yang terbaik, kalau masih tidak bisa juga, jadilah yang berbeda.

Powered by : web hosting indonesia